top of page

Perbandingan Homogenous Tiles vs. Marmer : Mana yang Paling Cocok untuk Areamu?

Terdapat berbagai pilihan alternatif material di pasaran sekarang ini untuk mendekorasi ruangan anda agar lantai dan dindingnya selalu terlihat indah dan prima. Mulai dari pilihan material yang alami seperti granit dan marmer yang diperoleh sebagai hasil tambang, hingga Homogeneous Tile (HT) material buatan. Di saat marmer banyak dicari karena daya tahan dan keindahan pola yang ditawarkannya, HT akhir-akhir ini juga cukup digemari oleh banyak pelanggan akibat dari kemudahan perawatan dan fleksibilitas dalam pengaplikasiannya. Kemudian, apa yang membedakan Homogeneous Tile (HT) dengan marmer secara umum? Dari keduanya, material manakah yang lebih cocok untuk digunakan sebagai pilihan tepat untuk memperindah dekorasi area anda?


Contoh pengaplikasian Homogeneous Tiles (HT) vs. batu marmer di area dinding kamar mandi. Sumber gambar : Pinterest dan Freepik

 

 

Mengenal Material Homogeneous Tile (HT)

 

Homogeneous Tile atau dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai ubin dengan tampilan yang homogen atau seragam ini merupakan salah satu bentuk dari ubin porselen yang bersifat non-porous atau tidak berpori dengan kemampuan penyerapan air di bawah 0.5%, sehingga menjadikannya water-resistant. Bahan ini terbentuk dari tanah liat porselen dan bahan alami lainnya yang dikompresi dan dipanaskan dengan suhu tinggi menggunakan teknologi khusus sehingga membentuk ubin yang lebih tahan terhadap kerusakan seperti goresan dan noda yang tertinggal. Perbedaan HT dari ubin porselen lainnya adalah HT tidak memiliki glasir atau suatu lapisan tipis seperti gelas yang mengkilap dan merekat pada badan permukaan keramik. Karena tidak memiliki lapisan glasir di permukaannya dan diproduksi menggunakan satu komponen, warna di setiap bagian produk HT pun menjadi konsisten.  

 

Perbedaan Homogeneous Tiles dengan Marmer

 

Berbeda dengan marmer, di saat HT memiliki warna dan tampilan yang homogen di setiap aspek produknya, marmer, suatu material yang diambil dari alam, justru memiliki kelebihan berupa tidak akan ada pola yang serupa di setiap bongkahan dan bahkan potongan slabnya. Tidak hanya berbeda secara tampilan pola yang ditawarkan, marmer dan HT pun memiliki perbedaan lain berupa :

  • Proses Pembentukan : Seperti jenisnya yang merupakan batu alam, keberadaan marmer merupakan hasil bentukan natural akibat adanya proses metamorfosis kristalisasi batu kapur yang terkena tekanan dan perubahan suhu ekstrem di dalam bumi dalam kurun waktu lama. Oleh karena itu, batu marmer hanya dapat diperoleh melalui proses penambangan dan tidak dapat direplika melalui proses buatan oleh manusia. Sedangkan, HT merupakan salah satu jenis ubin yang merupakan produk buatan manusia dari tanah liat yang dibakar dalam suhu tinggi, sehingga perolehannya dapat dengan mudah dibeli dari produsen yang memproses ubin porselen.

  • Sifatnya : Marmer, sebagai batu kapur yang bermetamorfosis dan terkena berbagai tekanan dan perubahan suhu di bawah permukaan bumi tetap mempertahankan sifatnya yang berpori sehingga memungkinkan berbagai zat seperti cairan dan udara untuk melewatinya. Berbeda dengan marmer, HT yang terbentuk dari tanah liat yang dipadatkan dan dibakar dalam suhu tinggi memiliki kepadatan yang rapat, menjadikannya tidak berpori dan memiliki ketahanan lebih terhadap air.

  • Cara Perawatan : Sebagai bentuk perawatan bagi batu marmer yang berpori, penyegelan permukaannya dengan cairan khusus secara berkala diperlukan setidaknya satu atau dua kali setahun untuk mengantisipasi agar berbagai cairan dan kotoran yang tumpah di atasnya tidak mudah terserap. Selain itu, marmer juga perlu dipoles secara reguler untuk menghilangkan ketidaksempurnaan seperti noda yang membekas, tampilan yang kusam, dan bahkan bagian yang terkikis. Untuk HT sendiri, perawatan yang dibutuhkan jauh lebih sederhana. Sifatnya yang tahan terhadap berbagai cairan menjadikan material ini tidak mudah meninggalkan bekas noda. Namun, untuk mencegah celah-celah pemasangan HT yang berpori, langkah penyegelan juga perlu ditempuh untuk memastikan kekokohan HT secara menyeluruh dan menambah umur penggunaannya.

  • Tampilan : HT seperti namanya memiliki tampilan yang uniform atau seragam di setiap produknya, sehingga menawarkan kekonsistenan warna dan pola di tiap ubin. Sedangkan, marmer dengan pola dan warna yang unik di setiap bongkahannya menawarkan tampilan yang tidak biasa dan lebih abstrak dalam pengaplikasiannya.

 

 

Itulah empat perbedaan yang dimiliki oleh HT dan marmer. Selain pertimbangan berdasarkan keempat hal tersebut, harga untuk menghadirkan kedua material ini pun memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Baik karena hal tersebut, keduanya sama-sama memiliki kapabilitas untuk dijadikan lapisan untuk dekorasi lantai serta panel dinding. Untuk itu, pastikan agar anda juga mengonsiderasikan kapasitas sebagai pengguna dengan kebutuhan perawatan yang dibutuhkan material pilihan nantinya, serta apakah material tersebut akan cocok dan sesuai dengan penampilan dan kesan yang ingin anda hadirkan di ruangan anda!

 

Bila anda telah memilih marmer sebagai material dekoratif pelengkap di ruangan anda, pastikan untuk hanya menghadirkannya dari supplier terpercaya seperti PT. Intinusa Selareksa Tbk. (www.intinusa.com).

 

Kommentare


bottom of page