top of page

Perbedaan Homogenous Tile dengan Granit Alam: Lebih Awet Mana?

  • Writer: Isyhari Maheswar
    Isyhari Maheswar
  • Feb 25
  • 5 min read

Homogenous tile dan granit alam sering dianggap sebagai material yang sama. Terlebih lagi, penyebutan ubin atau tile di pasaran Indonesia terkadang disebut juga dengan granit. Padahal, jika ada yang menyebutnya granit tile, hal ini merujuk pada homogenous tile atau ubin bukan granit alam. 


Perbedaan antara homogenous tile dan granit alam tidak hanya soal nama, tetapi juga menyangkut struktur, tampilan, dan daya tahan jangka panjang. Ada material yang lebih praktis untuk penggunaan harian, ada pula yang unggul dari sisi kekuatan alami.


Melalui artikel ini, Anda akan diajak untuk memahami perbedaan homogenous tile dengan granit alam secara lebih dalam. Penjelasan ini bertujuan agar Anda tidak bingung lagi ketika ingin menggunakan salah satu material di dalam hunian Anda, terlebih jika Anda awam dengan dunia material bangunan. 


Perbedaan Homogenous Tile dengan Granit Alam: Lebih Awet Mana?

Ilustrasi motif granit | Photo by Freepik on Freepik


Apa Itu Homogenous Tile

Homogenous tile adalah jenis ubin buatan pabrik yang dibuat dari campuran material mineral, kemudian dipres dan dibakar pada suhu tinggi. Struktur materialnya padat dan relatif seragam dari permukaan hingga ke bagian dalam. Inilah alasan mengapa homogenous tile dikenal cukup kuat dan banyak digunakan untuk lantai maupun dinding interior.


Di pasaran Indonesia, homogenous tile sering disebut sebagai “granit tile” karena tampilannya menyerupai batu alam. Padahal, material ini bukan granit alam asli. Keunggulan homogenous tile terletak pada ukuran yang presisi, pilihan desain yang konsisten, serta kemudahan pemasangan.


Apa Itu Granit Alam

Granit batu alam adalah batuan alami yang terbentuk dari proses geologi selama jutaan tahun di dalam bumi. Material ini ditambang dalam bentuk blok besar, kemudian dipotong menjadi slab atau ukuran tertentu sesuai kebutuhan. Setiap lembar granit alam memiliki pola dan urat yang unik, sehingga tidak ada dua potongan yang benar-benar sama.


Karena berasal langsung dari alam, batu granit dikenal memiliki kekuatan dan ketahanan yang sangat baik. Material ini tahan terhadap panas, tekanan, dan penggunaan jangka panjang. Itulah sebabnya granit alam sering digunakan untuk area seperti lantai utama, meja dapur, meja wastafel, hingga dinding aksen yang ingin menonjolkan kesan alami.



Perbedaan Homogenous Tile dengan Granit Alam: Lebih Awet Mana?

Ilustrasi homogenous tile | Photo by Pawel Czerwinski on Unsplash


Perbedaan Homogenous Tile dengan Granit

Perbedaan homogenous tile dan granit alam tidak hanya terlihat dari tampilan luarnya saja. Keduanya memiliki karakter material yang berbeda sejak proses pembuatannya. Homogenous tile dibuat secara massal dengan standar pabrik, sementara granit alam terbentuk secara alami dan dipotong sesuai kebutuhan proyek. Berikut ini perbedaan homogenous tile dengan granit alam. 


Bahan dan Struktur

Perbedaan homogenous tile dengan granit alam yang pertama yaitu dari bahan dan struktur materialnya. Homogenous tile terbuat dari campuran material mineral yang dipadatkan dan dibakar pada suhu tinggi. Struktur bagian atas dan dalamnya relatif seragam, sehingga tampilannya terlihat rapi dan konsisten. Proses ini membuat homogenous tile mudah diproduksi dalam jumlah besar dengan kualitas yang stabil.


Sementara itu, batu granit alam memiliki struktur batuan padat yang terbentuk secara alami. Tidak ada lapisan buatan atau motif cetak pada permukaannya. Seluruh bagian batu memiliki karakter yang sama, sehingga kekuatan dan pola granit alam benar-benar menyatu dari luar hingga ke dalam.



Perbedaan Homogenous Tile dengan Granit Alam: Lebih Awet Mana?

Ilustrasi tile | Photo by note thanun on Unsplash


Tampilan dan Pola

Secara tampilan, homogenous tile cenderung seragam karena motifnya dirancang dan dicetak oleh pabrik. Hal ini memudahkan Anda mendapatkan warna dan pola yang konsisten di seluruh area. Desainnya juga mengikuti tren, mulai dari motif marmer hingga motif kayu. 


Sebaliknya, batu granit memiliki pola urat yang terbentuk secara alami dan tidak bisa diseragamkan. Setiap lembar batu alam ini memiliki karakter unik. Keunikan inilah yang sering menjadi daya tarik utama granit, terutama bagi Anda yang menginginkan tampilan eksklusif dan natural.


Kekuatan dan Ketahanan

Berbicara soal kekuatan dan ketahanan, Homogenous tile dikenal cukup kuat untuk penggunaan sehari-hari, terutama di area hunian. Material ini tahan terhadap goresan ringan dan tekanan normal. Namun, dalam jangka panjang, perubahan tampilan bisa terjadi jika digunakan di area dengan beban yang terlalu berat.


Berbanding terbalik dengan homogenous tile, granit alam umumnya memiliki ketahanan yang lebih tinggi dan usia pakai yang panjang. Batu ini tahan terhadap panas, beban berat, dan penggunaan intensif. Dengan perawatan yang tepat, granit alam dapat bertahan puluhan tahun tanpa kehilangan karakter alaminya.


Ukuran dan Ketebalan 

Perbedaan homogenous tile dengan granit alam selanjutnya bisa dilihat dari ukuran dan ketebalan. Homogenous tile diproduksi dalam ukuran yang sudah standar dan presisi, seperti 60×60 cm, 80×80 cm, atau ukuran memanjang. Ketebalannya relatif seragam, sehingga pemasangannya lebih cepat dan rapi, terutama untuk proyek berskala besar.


Untuk granit sendiri biasanya tersedia dalam bentuk lembaran (slab) besar yang kemudian bisa dikustomasi sesuai dengan kebutuhan. Ketebalannya juga bervariasi, umumnya 2 cm atau 3 cm. Fleksibilitas ukuran ini membuat granit alam sering digunakan untuk aplikasi custom seperti meja dapur dan meja wastafel.



Perbedaan Homogenous Tile dengan Granit Alam: Lebih Awet Mana?

Ilustrasi tile | Photo by kian zhang on Unsplash


Perbedaan Harga dan Biaya Pemasangan 

Dari sisi harga material, homogenous tile umumnya lebih terjangkau dibandingkan granit alam. Proses produksi massal membuat harganya lebih stabil dan mudah disesuaikan dengan berbagai anggaran. Selain itu, pilihan ukuran standar juga membantu menekan biaya karena minim pemotongan khusus.


Granit alam biasanya memiliki harga yang lebih tinggi karena berasal dari batu alami dan proses pengerjaannya lebih kompleks. Biaya pemasangan juga cenderung lebih mahal karena membutuhkan tenaga ahli dan penanganan khusus. Meski demikian, harga tersebut sebanding dengan ketahanan dan nilai jangka panjang yang ditawarkan.


Rekomendasi Penggunaan

Karena setiap ruangan di hunian memiliki kebutuhan yang berbeda, Anda bisa menyesuaikannya dengan selera maupun biaya yang ada. Namun Anda bisa mengikuti tips rekomendasi penggunaan homogenous tile maupun granit di bawah ini. 


  • Ruang tamu dan ruang keluarga: Homogenous tile cocok digunakan karena tampilannya rapi, mudah dibersihkan, dan cukup kuat untuk aktivitas harian keluarga.

  • Kamar tidur: Homogenous tile menjadi pilihan praktis karena nyaman digunakan dan tersedia dalam banyak motif yang mendukung suasana tenang.

  • Dapur dan area dengan aktivitas tinggi: Granit alam lebih direkomendasikan karena tahan panas, kuat menahan beban, dan lebih awet untuk penggunaan intensif.

  • Meja dapur dan meja wastafel: Granit alam sangat ideal untuk aplikasi countertop atau vanity top karena ketahanannya terhadap panas dan kelembapan, serta tampilannya yang alami dan eksklusif.

  • Area komersial atau area lalu lintas tinggi: Granit alam lebih cocok digunakan karena daya tahannya lebih baik dalam jangka panjang.


Perbedaan Homogenous Tile dengan Granit Alam: Lebih Awet Mana?

Ilustrasi Countertops dengan batu granit | Photo by pvproductions on Freepik


Kelebihan Homogenous Tile dan Granit Alam

Setelah memahami perbedaan homogenous tile dengan granit alam, kini Anda sudah memahami apa saja kelebihan dari masing-masing material. Hal ini bisa menjadi pertimbangan sebelum akhirnya Anda memutuskan ingin menggunakan material yang mana. Berikut ini rangkuman kelebihan dari masing-masing material. 


Kelebihan Homogenous Tile

  • Harga relatif lebih terjangkau dan mudah disesuaikan dengan berbagai anggaran.

  • Ukuran dan ketebalan presisi sehingga pemasangan lebih cepat dan rapi.

  • Pilihan desain dan motif sangat beragam serta mengikuti tren interior.

  • Ketahanan cukup baik untuk penggunaan harian, namun kurang ideal untuk beban berat jangka panjang.

Granit Alam

  • Material batu alam dengan kekuatan dan daya tahan yang sangat baik.

  • Pola dan urat batu unik, memberikan kesan eksklusif pada setiap aplikasi.

  • Tahan panas dan cocok untuk area dengan aktivitas tinggi.

  • Harga material dan biaya pemasangan lebih tinggi dibandingkan homogenous tile.



Itulah penjelasan mengenai perbedaan homogenous tile dengan granit alam. Dengan memahami perbedaan yang dimiliki oleh material ini, Anda bisa bisa memantapkan pilihan Anda saat mendekor hunian. Setiap material memiliki fungsi dan karakter yang berbeda dengan harga dan kekuatan yang berbeda pula. 


Jika Anda memutuskan untuk memilih granit sebagai material dalam hunian Anda, dapatkan kualitas yang terbaik hanya dari PT Intinusa Selareksa Tbk. Kami siap memberikan jenis, warna, maupun motif terbaik yang sesuai dengan selera Anda. Hubungi tim kami untuk melihat katalog, informasi harga granit per meter, ketebalan maupun ukuran yang sedang Anda butuhkan.

 
 
 

Comments


Natural Stone

Natural Stone

Natural Stone

bottom of page