top of page

Rumah Split Level: Mengenal Konsep Hunian dengan Level Bertingkat

  • Writer: Isyhari M
    Isyhari M
  • Aug 3
  • 6 min read

Banyak pilihan konsep hunian yang bisa dipilih saat hendak merancang dan mendesain rumah. Bukan hanya unsur estetikanya saja, tapi juga kenyamanan dan fungsi yang menjadi perhatian. Salah satu konsep yang cukup sering diterapkan adalah rumah split level.


Berbeda dengan rumah satu atau dua lantai pada umumnya, konsep desain yang satu ini memanfaatkan perbedaan ketinggian lantai untuk membagi setiap fungsi area. Hasilnya, konsep ini tidak hanya memberikan tampilan yang lebih menarik, tetapi juga dapat membuat ruang terasa lebih luas tanpa harus menambah banyak sekat.


Lantas, apa itu rumah tinggal bertingkat atau split level? Apa saja ciri, kelebihan, dan kekurangannya? Lalu, apa bedanya dengan mezzanine? Simak pembahasan lengkapnya melalui artikel berikut.


Rumah split level adalah

Ilustrasi split level house | Photo by Curtis Adams on Pexels


Apa Itu Rumah Split Level?

Rumah split level adalah konsep hunian yang memiliki beberapa level lantai yang dihubungkan oleh tangga pendek. Dalam dunia arsitektur, split level adalah konsep pembagian ruang berdasarkan perbedaan elevasi lantai, sehingga setiap area dapat memiliki fungsi yang lebih jelas tanpa harus dipisahkan oleh banyak dinding.


Sebagai contoh, ruang tamu dapat berada pada level utama, sedangkan ruang makan, ruang keluarga, atau kamar tidur dibuat sedikit lebih tinggi maupun lebih rendah. Perbedaan level tersebut membuat setiap ruangan terasa memiliki zonanya masing-masing, tetapi tetap saling terhubung dan mudah diakses.


Konsep split level house awalnya banyak diterapkan pada rumah yang dibangun di lahan berkontur untuk mengikuti bentuk permukaan tanah. Namun, seiring berkembangnya desain hunian modern, konsep ini juga mulai banyak digunakan pada lahan datar karena mampu menciptakan tata ruang yang lebih dinamis sekaligus memberikan kesan rumah yang lebih luas.


Ciri-Ciri Rumah Split Level

Rumah split level memiliki karakteristik yang membedakannya dari rumah satu lantai maupun rumah dua lantai. Berikut ciri-cirinya.


Memiliki beberapa level lantai dalam satu bangunan: Alih-alih hanya terdiri dari satu atau dua lantai penuh, rumah split level memiliki beberapa area dengan ketinggian yang berbeda. Setiap level biasanya memiliki fungsi ruang yang berbeda pula.


  • Setiap level dihubungkan oleh tangga pendek: Perpindahan dari satu area ke area lainnya dilakukan melalui beberapa anak tangga. Karena selisih ketinggiannya tidak terlalu jauh, tangga yang digunakan umumnya lebih pendek dibandingkan tangga pada rumah dua lantai.

  • Pembagian ruang lebih jelas tanpa banyak sekat: Perbedaan elevasi lantai membuat setiap area terasa memiliki zonanya masing-masing, meskipun tidak dipisahkan oleh banyak dinding. Hal ini dapat menciptakan tata ruang yang lebih terbuka sekaligus tetap terorganisir.

  • Memanfaatkan perbedaan elevasi untuk menciptakan dimensi ruang: Perbedaan ketinggian lantai membuat tampilan interior terasa lebih dinamis. Selain menambah karakter pada hunian, konsep ini juga dapat memberikan kesan ruang yang lebih luas.

  • Sering diterapkan pada berbagai kondisi lahan: Rumah split level identik dengan lahan berkontur karena mengikuti bentuk permukaan tanah. Namun, konsep ini juga dapat diterapkan pada lahan datar dengan perencanaan struktur dan tata ruang yang tepat.



Ilustrasi rumah split level modern

Ilustrasi rumah split level modern | Image by Star Tribune on Pinterest


Kelebihan dan Kekurangan Rumah Split Level

Seperti pada umunya, semua hal termasuk konsep desain pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Dari hal-hal berikut ini, Anda bisa menilai apakah split level house sesuai dengan kebutuhan Anda khususnya kondisi lahan yang tersedia. 


Kelebihan 

  • Pembagian Ruang Lebih Jelas: Perbedaan tinggi lantai membuat setiap ruangan terasa memiliki fungsi yang berbeda tanpa harus dipisahkan oleh banyak dinding. Misalnya, ruang tamu dan ruang keluarga dapat berada pada level yang berbeda sehingga rumah tetap terasa terbuka, tetapi setiap area memiliki batas yang jelas.

  • Rumah Terasa Lebih Luas: Perbedaan level membuat tampilan rumah tidak terasa datar atau monoton. Dengan penataan yang tepat, konsep ini juga dapat memberikan kesan ruangan yang lebih luas, terutama pada rumah dengan ukuran yang terbatas.

  • Cahaya dan Udara Lebih Mudah Menyebar: Rumah split level umumnya memiliki tata ruang yang lebih terbuka. Hal ini membuat cahaya matahari dan udara dapat mengalir ke lebih banyak area sehingga suasana rumah terasa lebih terang dan nyaman.

  • Tampilan Rumah Terasa Lebih Menarik: Perbedaan level membuat rumah terlihat lebih unik dibandingkan rumah dengan lantai yang sejajar. Konsep ini juga memberikan variasi pada tampilan interior sehingga rumah tidak terlihat membosankan.

  • Pembagian Area Lebih Fleksibel: Rumah berkonsep ini memudahkan Anda membagi area untuk menerima tamu, berkumpul bersama keluarga, atau beristirahat. Dengan begitu, setiap ruangan dapat digunakan sesuai fungsinya tanpa membuat rumah terasa sempit.


Kekurangan

  • Membutuhkan Lebih Banyak Tangga: Rumah split level memiliki beberapa tangga pendek yang menghubungkan setiap level. Kondisi ini mungkin kurang nyaman bagi lansia, anak kecil, atau orang yang kesulitan naik turun tangga.

  • Biaya Pembangunan Berpotensi Lebih Tinggi: Dibandingkan rumah dengan lantai yang sejajar, split level house membutuhkan perencanaan yang lebih matang. Hal ini dapat membuat biaya pembangunannya lebih tinggi, terutama jika desain rumah cukup kompleks.

  • Perencanaan Ruang Harus Lebih Matang: Pembagian setiap level perlu direncanakan dengan baik agar perpindahan dari satu ruangan ke ruangan lain tetap nyaman. Jika tidak, rumah bisa terasa kurang praktis untuk digunakan sehari-hari.

  • Penataan Furnitur Perlu Disesuaikan: Perbedaan tinggi lantai membuat penempatan furnitur perlu disesuaikan dengan bentuk ruangan. Pada beberapa area, furnitur custom mungkin menjadi pilihan agar setiap sudut rumah dapat dimanfaatkan dengan lebih baik.


Ilustrasi rumah mezzanine floor

Ilustrasi rumah mezzanine | Photo by Annie Spratt on Unsplash 


Perbedaan Rumah Split Level dan Mezzanine

Rumah split level dan mezzanine sering dianggap sama karena sama-sama memiliki perbedaan tinggi lantai. Padahal, keduanya merupakan konsep yang berbeda. Perbedaan ini terlihat dari segi bentuk, fungsi, hingga cara penerapannya. Berikut ini tabel perbedaan split level dan mezzanine. 


Perbedaan

Rumah Split Level

Mezzanine

Pengertian

Memiliki beberapa level lantai yang dihubungkan oleh tangga pendek dalam satu rumah.

Merupakan lantai tambahan yang dibangun di antara lantai utama dan langit-langit.

Fungsi 

Membagi area rumah tanpa harus menggunakan banyak dinding.

Menambah ruang tanpa memperluas bangunan.

Jumlah Level

Memiliki beberapa level yang tersebar di berbagai bagian rumah.

Hanya menambah satu level di dalam satu ruangan.

Penerapan

Dapat digunakan pada ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, hingga kamar tidur.

Umumnya digunakan sebagai kamar tidur, ruang kerja, atau area penyimpanan tambahan.

Kebutuhan Ruang

Dapat diterapkan pada berbagai jenis rumah dengan perencanaan yang tepat.

Membutuhkan ruangan dengan langit-langit yang cukup tinggi agar tetap nyaman digunakan.

* tabel perbedaan split level dan mezzanine



Material yang Cocok untuk Split Level House

Agar semakin menarik dan nyaman, Anda bisa mempertimbangkan beberapa material untuk beberapa elemen di rumah split level Anda. Berikut tiga elemen yang bisa Anda berikan perhatian lebih. 


Material Lantai

Lantai menjadi salah satu elemen yang paling menonjol pada rumah split level karena setiap level akan terlihat lebih jelas. Anda dapat menggunakan granit batu alam, marmer, homogeneous tile, atau parket sesuai konsep rumah yang diinginkan. Jika mengutamakan ketahanan dan tampilan yang elegan, batu alam seperti granit dan marmer bisa menjadi pilihan yang tepat.


Material Tangga

Karena konsep desain rumah ini bertingkat, pastinya elemen tangga tidak boleh terlewatkan. Ini akan menjadi elemen utama yang menghubungkan setiap level pada rumah split level. Karena sering digunakan, pilihlah material yang kuat, mudah dirawat, dan tetap nyaman dipijak. Batu alam seperti granit, marmer, atau batu andesit sering menjadi pilihan karena mampu memberikan tampilan yang elegan sekaligus memiliki daya tahan yang baik.


Material Dinding Aksen

Terakhir yang tidak kalah penting untuk diperhatikan adalah dinding. Anda bisa memanfaatkan dinding di area tangga atau ruang dengan plafon tinggi sebagai pengaplikasian dinding aksen atau focal point. Batu alam seperti travertine, marmer, atau batu andesit dapat memberikan tekstur dan kesan alami sehingga tampilan rumah terasa lebih hidup tanpa perlu banyak dekorasi.



Ilustrasi split level house minimalist

Ilustrasi split level house | Image by VIz on Pinterest


Tips Merancang Split Level House agar Nyaman

Agar rumah split level tetap nyaman digunakan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sejak tahap perencanaan. Berikut beberapa tips yang dapat Anda ikuti.


  1. Sesuaikan pembagian level dengan kebutuhan keluarga: Tentukan fungsi setiap level sejak awal agar setiap ruangan terasa nyaman dan mudah digunakan.

  2. Pastikan tangga aman dan nyaman: Gunakan ukuran anak tangga yang sesuai serta lengkapi dengan pegangan tangan jika diperlukan.

  3. Manfaatkan cahaya dan sirkulasi udara alami: Tambahkan jendela atau bukaan pada area yang tepat agar rumah terasa lebih terang dan sejuk.

  4. Gunakan material yang serasi: Pilih material lantai, tangga, dan dinding yang saling melengkapi agar tampilan rumah terlihat lebih menyatu.

  5. Hindari terlalu banyak perbedaan level: Gunakan perbedaan tinggi lantai secukupnya agar rumah tetap nyaman digunakan sehari-hari.


Kapan Sebaiknya Memilih Rumah Split Level?

Rumah split level tidak selalu menjadi pilihan yang tepat untuk setiap hunian. Konsep ini lebih cocok diterapkan pada kondisi tertentu agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal.


Cocok Jika…

Perlu Dipertimbangkan Kembali Jika…

Memiliki lahan berkontur atau tidak rata.

Ada lansia atau orang yang kesulitan naik turun tangga di rumah.

Ingin membagi fungsi setiap ruangan tanpa banyak dinding.

Menginginkan akses yang mudah ke semua ruangan tanpa tangga.

Memiliki lahan yang terbatas, tetapi ingin rumah terasa lebih luas.

Menginginkan tata ruang yang sederhana dan mudah diubah.

Menyukai desain rumah yang unik dan tidak monoton.

Memiliki anggaran pembangunan yang terbatas.



Jadi, itulah pembahasan split level house. Konsep rumah ini bisa menjadi jawaban untuk Anda yang menginginkan pembagian ruang yang lebih rapi tanpa membuatnya terasa sempit. Namun, agar hasilnya tetap nyaman dan sesuai kebutuhan, jangan lupa untuk empertimbangkan kondisi lahan, jumlah penghuni, serta memilih material yang tepat untuk setiap bagiannya.


Jika Anda ingin menghadirkan kesan elegan sekaligus meningkatkan nilai estetika rumah split level, batu marmer bisa menjadi pilihan yang tepat untuk lantai, tangga, maupun dinding aksen. Dengan motif alami yang unik dan daya tahan yang baik, marmer dapat membuat setiap level rumah terlihat lebih mewah dan berkarakter. Dapatkan marmer impor maupun marmer lokal terbaik hanya dari PT Intinusa Selareksa Tbk. Hubungi tim kami untuk melihat katalog terbaru kami dan mendapatkan informasi harga batu marmer asli terkini dari kami.


 
 
 

Comments


Natural Stone

Natural Stone

Natural Stone

bottom of page