top of page

Mengenal 10 Jenis Lantai Rumah agar Tidak Salah Pilih

  • Writer: Isyhari M
    Isyhari M
  • 1 day ago
  • 7 min read

Lantai merupakan salah satu bagian penting dalam sebuah bangunan. Fungsinya bukan hanya sebagai tempat berpijak, tetapi juga memengaruhi kenyamanan, keamanan, dan tampilan ruangan. Lebih lanjut, secara sederhana lantai artinya permukaan dasar bangunan yang digunakan untuk beraktivitas. Karena digunakan setiap hari, pemilihan material tidak boleh asal-asalan. 


Untungnya, ada banyak jenis lantai yang bisa Anda pilih. Bukan hanya karena tampilannya saja, Anda bisa memilihnya dari faktor biaya hingga ketahanan yang ditawarkannya. Jika Anda salah satu yang mempertimbangakan konsep rumah tanpa keramik, bisa memilih material yang lebih terjangkau atau bahkan yang lebih mewah. Tentunya setiap material lantai memiliki karakteristik dan kelebihannya masing-masing. 


Melalui artikel ini, Anda akan kenalan dengan 10 jenis lantai rumah yang bisa Anda jadikan referensi. Simak juga faktor-faktor apa saja yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih agar hasilnya sesuai dengan kebutuhan dan selera Anda. 


10 jenis lantai berbagai material untuk rumah

Ilustrasi lantai rumah dari batu marmer | Image by gerain0812 on Magnific


Jenis-Jenis Material Lantai Rumah

Setiap material lantai memiliki ciri khasnya masing-masing. Ada yang menang dalam sisi biaya, ada yang lebih unggul dalam daya tahan, hingga kemudahannya dalam perawatan. Anda tinggal memilih material mana yang sesuai dengan kebutuhan. Di bawah ini adalah 10 jenis lantai rumah yang umum digunakan.



Ilustrasi jenis lantai keramik

Ilustrasi lantai keramik | Image by hiv_360 on Magnific


1. Keramik

Jenis lantai yang pertama yaitu keramik. Anda mungkin sudah sering mendengarnya karena memang material ini menjadi salah satu yang sering digunakan. Selain mudah ditemukan, material ini tersedia dalam banyak ukuran, warna, dan motif sehingga mudah disesuaikan dengan berbagai konsep interior. Material ini dibuat dari tanah liat yang diproses dan dibakar pada suhu tinggi, kemudian diberi lapisan glasir pada permukaannya.


Selain harganya yang relatif terjangkau, keramik juga mudah dibersihkan dan cukup tahan terhadap kelembapan. Namun, daya tahannya terhadap benturan umumnya tidak sebaik beberapa material lain, seperti granit atau homogeneous tile. Keramik cocok digunakan pada berbagai area rumah, seperti ruang tamu, kamar tidur, dapur, hingga kamar mandi. Pastikan memilih keramik dengan permukaan anti-slip jika akan dipasang di area yang sering terkena air.


Ilustrasi jenis lantai homogenous tile

Ilustrasi jenis lantai homogenous tile | Image by Mateus Andre on Magnific


2. Homogeneous Tile

Selanjutnya, ada homogenous tile. Jika Anda menginginkan lantai dengan tampilan modern sekaligus daya tahan yang tinggi, material ini bisa menjadi salah satu pilihan. Material ini memiliki warna dan motif yang menyatu hingga ke bagian dalam sehingga tidak hanya terlihat menarik, tetapi juga lebih kuat dibandingkan keramik biasa.


Selain memiliki daya tahan yang baik, homogeneous tile juga tersedia dalam berbagai ukuran standar, mulai dari 60 × 60 cm, 80 × 80 cm, hingga ukuran yang lebih besar seperti 60 × 120 cm atau 120 × 120 cm, tergantung produsennya. Ukuran yang lebih besar dapat memberikan kesan ruangan lebih luas dan membuat jumlah nat pada lantai menjadi lebih sedikit. Lebih lanjut, material ini juga termasuk salah satu yang mudah dalam hal perawatan.


Ilustrasi penggunaan granit pada lantai dan tangga

Ilustrasi penggunaan granit pada lantai dan tangga | Image by toyakisfoto on Magnific


3. Granit Batu Alam

Membahas jenis-jenis lantai akan kurang rasanya jika tidak memasukan material granit batu alam ke dalam daftar. Anda yang suka dengan material alami bisa memilih batu granit untuk penggunaan lantai di rumah Anda. Batu alam ini terbentuk melalui proses geologi selama jutaan tahun sehingga setiap lempeng memiliki pola dan warna yang berbeda.


Dibandingkan banyak material lantai lainnya, granit alam lebih tahan terhadap goresan, tekanan, dan penggunaan sehari-hari. Dengan perawatan yang tepat, tampilannya juga dapat tetap terjaga dalam waktu yang lama. Granit cocok digunakan pada ruang tamu, ruang keluarga, dapur, hingga area komersial yang membutuhkan material lantai yang kokoh dan elegan.


Ilustrasi lantai marmer pada ruang keluarga

Ilustrasi lantai marmer pada ruang keluarga | Image by user25451090 on Magnific


4. Marmer

Berbicara batu alam, jenis yang bisa dijadikan material lantai selanjutnya adalah batu marmer. Bagi Anda yang menginginkan tampilan rumah yang elegan, material ini sering menjadi pilihan utama. Karena terbentuk secara alami, setiap lempeng marmer memiliki tampilan yang berbeda.


Anda bisa memilih banyak motif marmer yang sesuai dengan gaya interior hunian Anda. Namun, marmer membutuhkan perawatan yang lebih rutin agar tampilannya tetap terjaga. Material ini umumnya digunakan pada ruang tamu, foyer, lobi, atau area lain yang mengutamakan nilai estetika.


Ilustrasi lantai teraso

Ilustrasi lantai teraso | Image by hngstrm on Magnific


5. Teraso

Jenis lantai selanjutnya yaitu lantai teraso. Material buatan ini juga populer digunakan sebagai bahan material lantai. Salah satu keunggulan teraso adalah pilihan motifnya yang beragam karena berasal dari kombinasi serpihan batu yang berbeda. Permukaannya juga cukup kuat dan memiliki daya tahan yang baik jika dirawat dengan benar. Teraso cocok digunakan pada ruang tamu, ruang keluarga, area komersial, maupun kafe yang ingin menghadirkan tampilan yang lebih artistik.


Ilustrasi jenis lantai vinyl

Ilustrasi jenis lantai vinyl | Image by wirestock_creators on Magnific


6. Vinyl

Suka dengan tampilan kayu namun ingin budget yang ekonomis? Jenis lantai vinyl adalah jawabannya. Material ini terbuat dari PVC (Polyvinyl Chloride) dan tersedia dalam berbagai motif, mulai dari kayu, batu alam, hingga beton. Bobotnya yang ringan juga membuat proses pemasangannya relatif mudah.


Vinyl terasa lebih hangat saat dipijak dibandingkan keramik atau batu alam. Perawatannya pun cukup sederhana karena permukaannya mudah dibersihkan. Namun, material ini lebih cocok digunakan pada area dalam ruangan dan sebaiknya tidak dipasang di tempat yang sering terkena sinar matahari langsung atau beban yang terlalu berat.



Ilustrasi jenis lantai SPC

Ilustrasi jenis lantai SPC | Image by Lubo Ivanko on Magnific


7. SPC (Stone Plastic Composite)

Jika Anda menginginkan tampilan lantai bermotif kayu tetapi membutuhkan daya tahan yang lebih baik, SPC atau Stone Plastic Composite dapat menjadi alternatif. Material ini memiliki beberapa lapisan, termasuk inti yang terbuat dari campuran bubuk batu kapur dan PVC. Susunan lapisan lantai tersebut membuat SPC lebih kokoh dibandingkan vinyl biasa.


Selain tahan terhadap air, SPC juga lebih stabil terhadap perubahan suhu dan tidak mudah penyok akibat penggunaan sehari-hari. Material ini banyak dipilih untuk rumah, apartemen, hingga area komersial


Ilustrasi rumah dengan lantai parquet

Ilustrasi rumah dengan lantai parquet | Image by jcomp on Magnific


8. Parket

Tidak semua orang menginginkan lantai dengan kesan dingin. Jika Anda lebih menyukai suasana yang hangat dan alami, parket bisa menjadi pilihan yang menarik. Material ini dibuat dari kayu asli sehingga mampu menghadirkan karakter yang khas pada setiap ruangan.


Lantai parket memberikan kenyamanan saat dipijak dan sering digunakan pada kamar tidur maupun ruang keluarga. Namun, karena terbuat dari kayu alami, material ini memerlukan perawatan yang lebih rutin dan sebaiknya tidak digunakan pada area yang lembap atau sering terkena air.


Ilustrasi lantai dengan laminated flooring

Ilustrasi lantai dengan laminated flooring | Image by anthonypaz on Magnific


9. Laminate Flooring

Sekilas, laminate flooring memang terlihat mirip dengan parket atau vinyl karena sama-sama tersedia dalam motif kayu. Perbedaannya, material ini tersusun dari beberapa lapisan dengan inti berbahan HDF (High Density Fiberboard) yang dilapisi motif dekoratif dan lapisan pelindung di bagian atas.


Laminate flooring menawarkan tampilan yang menyerupai kayu dengan harga yang umumnya lebih terjangkau dibandingkan parket. Material ini juga cukup tahan terhadap goresan ringan. Namun, laminate kurang cocok digunakan pada area yang sering terkena air karena inti HDF dapat rusak jika terpapar kelembapan secara terus-menerus.


Ilustrasi lantai tegel

Ilustrasi lantai tegel | Image by magnific on Magnific 


10. Lantai Tegel 

Jenis lantai terakhir yang bisa Anda pilih adalah tegel. Meski sempat identik dengan bangunan lama, tegel kini kembali diminati karena mampu memberikan tampilan yang unik dan artistik. Motif serta warna yang beragam membuat material ini sering digunakan untuk menghadirkan nuansa klasik, vintage, hingga tropis pada sebuah hunian.


Lebih lanjut, tegel lantai rumah umumnya dibuat dari campuran semen dan pigmen warna, kemudian dipoles hingga menghasilkan permukaan yang halus. Material ini memiliki daya tahan yang baik jika dirawat dengan benar. Tegel cocok digunakan pada ruang tamu, teras, atau area tertentu yang ingin dijadikan sebagai pusat perhatian dalam desain interior.



Faktor yang Perlu Dipertimbangkan saat Memilih Material Lantai

Setelah membaca jenis-jenis lantai di atas, kini saatnya Anda mempelajari beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih material di atas. Tidak hanya menentukan mana yang paling sesuai dengan selera, tapi pertimbangkan juga hal-hal berikut ini. 


  • Lokasi pemasangan: Tentukan terlebih dahulu apakah lantai akan dipasang di area dalam atau luar ruangan. Material untuk teras, misalnya, perlu memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap panas, hujan, dan perubahan cuaca.

  • Tingkat kelembapan ruangan: Setiap ruangan memiliki tingkat kelembapan yang berbeda. Untuk area seperti kamar mandi atau dapur, pilih material yang tahan terhadap air dan tidak mudah rusak akibat kondisi lembap.

  • Ketahanan terhadap beban dan goresan: Jika ruangan sering digunakan atau dilalui banyak orang, pilih material yang memiliki daya tahan tinggi terhadap tekanan, benturan, dan goresan agar tampilannya tetap terjaga.

  • Kemudahan perawatan: Beberapa material hanya memerlukan pembersihan rutin, sedangkan yang lain membutuhkan perawatan khusus agar kualitas dan tampilannya tetap baik. Pilih material yang sesuai dengan waktu dan biaya perawatan yang Anda siapkan.

  • Anggaran: Harga material lantai dapat berbeda cukup jauh, begitu juga dengan biaya pemasangannya. Sesuaikan pilihan dengan anggaran tanpa mengabaikan kualitas dan kebutuhan penggunaan.

  • Gaya desain interior: Pilih material yang selaras dengan konsep hunian. Misalnya, batu granit dan marmer cocok untuk kesan elegan, sedangkan parket atau vinyl lebih sering digunakan untuk menciptakan suasana hangat dan natural.

  • Keamanan: Perhatikan juga tekstur permukaan lantai. Untuk area yang sering terkena air atau digunakan oleh anak-anak maupun lansia, pilih material dengan permukaan yang tidak licin agar lebih aman digunakan.


Rekomendasi Jenis Lantai untuk Setiap Ruangan

Dari hal-hal yang harus pertimbangan di atas, ada faktor lokasi pemasangan. Faktor ini menjadi salah satu yang harus Anda perhatikan karena tidak semua jenis lantai di atas cocok untuk semua area di rumah. Berikut beberapa rekomendasi material lantai serta penempatan idealnya. 


Area

Material direkomendasikan

Alasan

Ruang tamu

Marmer, granit, homogeneous tile

Memberikan kesan elegan, tahan lama, dan cocok untuk area yang sering digunakan.

Kamar tidur

Vinyl, parket, laminate flooring

Terasa lebih hangat saat dipijak dan mampu menciptakan suasana yang nyaman.

Dapur

Granit, homogeneous tile

Tahan terhadap noda, mudah dibersihkan, dan memiliki daya tahan yang baik.

Kamar mandi

Keramik anti-slip, granit dengan finishing yang sesuai

Membantu mengurangi risiko terpeleset serta lebih tahan terhadap kelembapan.

Teras

Tegel, granit dengan finishing kasar

Lebih tahan terhadap perubahan cuaca dan cocok untuk penggunaan di area luar ruangan.



Dari semua penjelasan di atas, apakah Anda sudah menemukan material yang tepat untuk hunian Anda? Apapun pilihan Anda baik batu alam maupun material pabrikan dapat menjadi pilihan yang tepat selama disesuaikan dengan fungsi ruangan, anggaran, dan tampilan yang diinginkan. Dengan memahami perbedaan tersebut, Anda dapat menentukan material lantai yang tidak hanya indah, tetapi juga nyaman dan tahan lama untuk digunakan dalam jangka panjang.


Jika Anda mencari material lantai yang memadukan keindahan alami dengan daya tahan yang tinggi, pilihan idealnya adalah batu granit alam. Dengan beragam motif dan karakter unik pada setiap lempengnya, granit mampu memberikan nilai estetika sekaligus ketahanan untuk berbagai area rumah. Pastikan untuk mendapatkan granit alam berkualitas hanya dari PT Intinusa Selareksa Tbk. Anda bisa menghubungi tim kami untuk mendapatkan informasi lebih lanjut seputar katalog terbaru kami hingga harga granit lantai per meter terbaru dari kami. 

 
 
 

Comments


Natural Stone

Natural Stone

Natural Stone

bottom of page