top of page
Search

Perbedaan Marmer Putih Carrara, Calacatta, dan Statuario Yang Perlu Anda Ketahui

Updated: Dec 3, 2025

Sebagian besar batu marmer yang sering kita jumpai di properti-properti mewah menggunakan marmer putih sebagai dasarnya. Warnanya yang netral dan tampilannya yang bersih mampu melebur secara sempurna dengan beragam gaya desain interior. 


Tambang marmer di Kota Carrara, Italia menjadi tuan rumah dari pertambangan beberapa variasi marmer putih dunia. Bianco Carrara, Calacatta, Statuario merupakan tiga jenis marmer putih yang berasal dari pertambangan kota Carrara. Sekilas, ketiga marmer ini terlihat mirip dengan satu sama lain. Padahal, masing-masing dari marmer ini memiliki karakteristik unik yang dapat menumbuhkan kesan unik untuk interior Anda.


Melalui artikel ini, kami akan mengungkap karakteristik dari setiap marmer putih ini untuk menemukan perbedaan dari ketiganya.


Perbedaan Marmer Putih: Slab marmer Carrara di pabrik Intinusa

Dokumentasi milik PT Intinusa Selareksa Tbk


1. Marmer Bianco Carrara

Marmer Bianco Carrara atau Marmer Carrara merupakan marmer putih yang kerap digunakan sebagai pelengkap interior kamar mandi dan dapur. Marmer ini dicirikan dengan warna putih keabu-abuan dengan corak bintik-bintik, bulat, atau polos. Marmer impor ini terkenal dengan harganya yang mahal dan jumlah ketersediaannya yang besar.


Warna putih keabu-abuan dari marmer ini menjadi favorit banyak arsitek, desainer interior, dan seniman di seluruh dunia. Marmer White Carrara sering digunakan sebagai bahan lantai, dinding, countertop, backsplash, dan tangga. Gedung Capitol AS dan patung Pieta, misalnya, merupakan beberapa contoh aplikasi marmer Carrara yang masih berdiri tegak hingga hari ini.


2. Marmer Putih Calacatta

Marmer Calacatta juga memiliki urat berwarna abu-abu seperti marmer Carrara. Bedanya, urat pada Calacatta lebih tebal daripada Carrara dan membentuk pola yang menyerupai pusaran campuran susu dengan kopi. Beberapa blok Calacatta memiliki semburat warna emas, coklat, atau oranye yang melengkapi visualnya yang tajam.


Pola uratnya yang berani membuat  marmer putih Calacatta menjadi pilihan ideal sebagai statement piece dalam interior. Baik sebagai tabletop, dinding, atau backsplash dapur, keindahan Calacatta dapat dengan mudah dinikmati oleh setiap orang yang melihatnya.



3. Marmer Statuario

Jenis marmer putih ini kerap dianggap sebagai jenis batu marmer eksklusif. Marmer Statuario memiliki pola urat berwarna abu-abu dan emas yang sangat khas. Dengan motif yang menyerupai sebuah selendang yang ditarik ke atas, marmer Statuario memberikan sentuhan tekstur yang halus pada ruangan manapun ia berada. 


Keindahan marmer Statuario kerap digunakan untuk membuat lantai, aksen dinding, countertop, bahkan tangga dalam suatu hunian. Coraknya yang tebal dan kontras dengan warna dasar putihnya yang bersih cocok untuk area-area yang hendak Anda jadikan focal point dalam ruangan.


Perbedaan Marmer Putih Carrara, Calacatta, dan Statuario: Pola marmer Calacatta

Itulah tiga karakteristik yang menonjol dari ketiga marmer putih ternama asal Italia ini. Keindahannya yang lekang waktu akan terus menjadi favorit banyak arsitek, desainer interior, bahkan pemilik properti mewah sekalipun. 


Jika Anda tertarik untuk menggunakan marmer impor ini, pastikan Anda mendapatkannya dari sumber terpercaya. Konsultasikan kebutuhan Anda dengan PT Intinusa Selareksa Tbk (www.intinusa.com) untuk mendapatkan informasi terkini mengenai harga marmer import Italy ini.


Comments


bottom of page