top of page

Batuan Beku: Proses Pembentukan, Ciri Khas dan Jenis-Jenisnya

  • Writer: Isyhari M
    Isyhari M
  • Jun 25
  • 7 min read

Batu merupakan salah satu material alami yang telah dimanfaatkan manusia sejak lama. Hingga kini, batu masih banyak digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari konstruksi hingga dekorasi. Di antara berbagai jenis batu, batuan beku menjadi salah satu yang paling dikenal.


Berbagai jenis batu alam dapat dijumpai di sekitar kita, baik di pegunungan, tebing, maupun sebagai material bangunan. Meskipun sama-sama berasal dari alam, setiap batu memiliki karakteristik yang berbeda. Sebut saja batu granit dengan obsidian, dan yang lainnya. 


Lalu, apa itu batuan beku dan bagaimana proses pembentukannya? Pada artikel ini, Anda akan mempelajari pengertian, proses pembentukan, ciri-ciri, jenis, hingga contoh batuan beku.


batuan beku adalah

Ilustrasi batuan beku | Image by Mateus Andre on Magnific


Apa Itu Batuan Beku

Batuan beku adalah jenis batuan yang terbentuk dari magma atau lava yang telah mendingin dan mengeras. Proses ini terjadi secara alami di dalam maupun di permukaan bumi. Hasilnya adalah batu dengan ciri khas yang bermacam-macam. 


Dalam ilmu geologi, batuan beku termasuk salah satu dari tiga kelompok utama batuan. Dua kelompok lainnya adalah batuan sedimen dan batuan metamorf. Masing-masing memiliki proses terbentuk, struktur, dan karakteristik yang berbeda.


Sebagai contoh, salah satu contoh batuan beku yang paling dikenal adalah granit. Berkat kekuatan, daya tahan, dan corak alaminya, granit banyak dimanfaatkan sebagai material bangunan, seperti lantai, countertop, hingga dinding dekoratif. Batu lainnya pun memiliki kelebihannya masing-masing dan juga dimanfaatkan sebagai produk fungsional.


Proses Pembentukan Batuan Beku

Setelah mengetahui pengertiannya, kini saatnya mengetahui proses pembentukan batuan beku ini. Seperti yang disebutkan sedikit di atas, batu ini terbentuk karena proses alami dari magma atau lava yang sudah dingin dan mengeras. Berikut ini proses selengkapnya. 


  1. Magma Terbentuk di Dalam Bumi: Proses diawali dengan terbentuknya magma, yaitu batuan cair yang berada jauh di bawah permukaan bumi. Magma memiliki suhu yang sangat tinggi sehingga tetap berada dalam bentuk cair.

  2. Magma Bergerak ke Permukaan atau Tetap di Dalam Bumi: Magma dapat tetap berada di bawah permukaan bumi atau bergerak naik melalui celah-celah kerak bumi. Jika mencapai permukaan dan keluar saat letusan gunung berapi, magma disebut lava.

  3. Magma atau Lava Mengalami Pendinginan: Seiring waktu, magma maupun lava akan kehilangan panas. Kecepatan pendinginan dapat berbeda-beda, tergantung lokasi terbentuknya batuan.

  4. Terbentuk Batuan Beku: Setelah benar-benar mendingin dan mengeras, magma atau lava berubah menjadi batuan beku. Proses pendinginan inilah yang kemudian menghasilkan berbagai jenis batuan beku dengan tekstur dan ukuran kristal yang berbeda.



Ciri Ciri Batuan Beku

Meskipun terbentuk dari magma atau lava yang sudah mengeras, ternyata hasil akhir batu bisa berbeda-beda. Maka dari itu, setiap jenis batuan baku memiliki ciri-cirinya masing-masing. Namun karakter utama yang bisa dilihat pada setiap batu adalah sebagai berikut. 


  • Memiliki tekstur yang padat: Sebagian besar batuan beku memiliki struktur yang padat sehingga dikenal kuat dan mampu bertahan dalam jangka waktu yang lama.

  • Tersusun atas kristal mineral: Batuan beku terbentuk dari mineral-mineral yang mengkristal saat magma atau lava mendingin. Ukuran kristalnya dapat berbeda, tergantung proses pendinginannya.

  • Tidak memiliki lapisan: Berbeda dengan beberapa jenis batuan lainnya, batuan beku umumnya tidak memiliki lapisan yang terbentuk secara bertahap.

  • Memiliki tingkat kekerasan yang baik: Banyak jenis batuan beku memiliki tingkat kekerasan yang tinggi. Karakteristik ini membuatnya cocok dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, termasuk material bangunan.

  • Memiliki warna dan corak yang beragam: Warna batuan beku dipengaruhi oleh kandungan mineral di dalamnya. Karena itu, setiap jenis batu dapat memiliki tampilan yang berbeda, mulai dari terang hingga gelap.


Jenis Batuan Beku Berdasarkan Proses Pembentukannya

Perbedaan lokasi dan proses pendinginan magma menghasilkan karakteristik batuan yang beragam. Oleh karena itu, jenis jenis batuan beku dibedakan berdasarkan tempat magma atau lava mengalami pendinginan. Secara umum, terdapat 3 jenis batuan beku, yaitu batuan beku dalam, batuan beku luar, dan batuan beku korok. Berikut informasi detailnya. 


Batuan Beku Dalam (Intrusif)

Jenis batu yang pertama yaitu batuan beku dalam. Lebih lanjut, batuan beku dalam adalah batuan yang terbentuk ketika magma mendingin secara perlahan di bawah permukaan bumi. Dalam ilmu geologi, kelompok ini juga dikenal sebagai batuan beku intrusif. Karena mengalami pendinginan yang lambat, batuan ini umumnya memiliki kristal berukuran besar yang dapat terlihat dengan jelas. Contoh dari batuan beku dalam antara lain adalah granit, diorit, dan gabro. 


Batuan Beku Luar (Ekstrusif)

Yang kedua adalah batuan luar. Batu jenis ini terbentuk ketika lava keluar ke permukaan bumi, kemudian mendingin dalam waktu yang relatif singkat. Proses pendinginan yang cepat membuat batuan ini umumnya memiliki kristal yang sangat halus atau bahkan tidak terlihat oleh mata. Contoh batuan beku luar yaitu basalt, obsidian, batu andesit, dan batu apung (pumice).


Batuan Beku Korok (Hipabisal)

Terakhir adalah batuan beku korok atau hipabisal merupakan batuan yang terbentuk di celah-celah kerak bumi. Proses pendinginannya berada di antara batuan beku dalam dan batuan beku luar, sehingga ukuran kristalnya juga berada di antara keduanya. Salah satu contoh batuan beku korok adalah diabas.



Contoh Batuan Beku yang Populer

Mungkin Anda sering menemukan batu-batu di alam yang ternyata termasuk ke dalam jenis batuan beku. Berikut ini beberapa contoh batuan beku yang populer dan dapat dijumpai di berbagai wilayah di Indonesia, terutama di daerah yang dipengaruhi oleh aktivitas vulkanik. 


batuan beku - batu basalt

Ilustrasi batu basalt | Image by James Gerard on Pinterest


Basalt

Jika granit terbentuk jauh di bawah permukaan bumi, basalt justru berasal dari lava yang mendingin setelah mencapai permukaan bumi. Proses pendinginan yang cepat membuat batu ini memiliki tekstur yang lebih halus dibandingkan granit.


Basalt umumnya berwarna abu-abu gelap hingga hitam. Karena kuat dan tahan lama, batu ini banyak dimanfaatkan sebagai material konstruksi, agregat jalan, paving, hingga pelindung tepi pantai (breakwater).


Ilustrasi batu obsidian, batuan beku

Ilustrasi batu obsidian | Image by Tiahuish on Pinterest


Obsidian

Berbeda dengan basalt maupun granit, obsidian memiliki permukaan yang mengilap menyerupai kaca. Tampilan unik ini terbentuk karena lava mengalami pendinginan yang sangat cepat sehingga kristal tidak sempat berkembang.


Sejak zaman prasejarah, obsidian telah dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan alat berburu, seperti ujung tombak, mata panah, dan pisau karena menghasilkan sisi yang sangat tajam. Saat ini, obsidian lebih sering digunakan sebagai batu hias, perhiasan, maupun koleksi mineral berkat tampilannya yang khas.


Ilustrasi batu apung, batuan beku

Ilustrasi batu apung | Image by Martin Csontofalszki on Pinterest


Batu Apung

Selanjutnya adalah batu apung. Anda bisa dengan mudah mengenalinya karena tampilan permukaannya yang berpori. Rongga-rongga tersebut terbentuk akibat gas yang terperangkap ketika lava mendingin dan mengeras sehingga batu ini memiliki bobot yang sangat ringan.


Anda mungkin juga telah menggunakan batu ini. Pasalnya, batu apung juga dikenal sebagai pumice stone yang sering digunakan untuk membantu mengangkat sel kulit mati serta menghaluskan area kulit yang kasar, seperti tumit dan siku. Selain itu, batu ini juga kerap imanfaatkan sebagai media tanam dan campuran material bangunan.


Ilustrasi batu granit

Ilustrasi batu granit | Photo by Brian Wangenheim on Unsplash 


Granit

Terakhir, batu yang tidak kalah populer adalah batu granit. Batu ini terbentuk dari pendinginan magma yang berlangsung secara perlahan di bawah permukaan bumi sehingga menghasilkan struktur kristal yang rapat dan tampak jelas.


Granit juga memiliki tingkat kekerasan sekitar 6–7 pada Skala Mohs. Skala ini digunakan untuk mengukur tingkat kekerasan mineral atau batuan terhadap goresan. Semakin tinggi nilainya, semakin baik pula ketahanannya terhadap goresan. Karakteristik ini membuat granit banyak dimanfaatkan sebagai material bangunan, mulai dari lantai, countertop dapur, meja, hingga dinding dekoratif.



Mengapa Granit Banyak Digunakan sebagai Material Bangunan

Dari contoh batuan beku populer di atas, granit menjadi salah satu yang paling banyak dimanfaatkan sebagai material bangunan. Hal ini bukan tanpa alasan. Berbagai karakteristik yang dimilikinya membuat granit mampu memberikan nilai estetika sekaligus daya tahan yang baik untuk penggunaan jangka panjang. Berikut ini alasannya.


  • Memiliki Kekuatan dan Daya Tahan yang Tinggi: Granit memiliki struktur yang padat sehingga mampu menahan beban dengan baik. Karakteristik ini membuatnya cocok untuk penggunaan jangka panjang.

  • Tahan terhadap Goresan: Tingkat kekerasan granit membuat permukaannya lebih tahan terhadap goresan. Karena itu, granit sering digunakan pada lantai maupun countertop.

  • Tahan terhadap Panas: Granit memiliki ketahanan yang baik terhadap suhu tinggi. Hal ini membuatnya cocok digunakan pada area dapur, seperti countertop atau kitchen island.

  • Memiliki Corak Alami yang Unik: Setiap lembar granit memiliki pola dan warna yang terbentuk secara alami. Corak tersebut memberikan tampilan yang elegan dan tidak mudah ditemukan pada material buatan.

  • Mudah Dipadukan dengan Berbagai Gaya Desain: Granit tersedia dalam beragam warna dan motif. Karena itu, material ini mudah dipadukan dengan berbagai konsep interior maupun eksterior.


Apilkasi Granit Batu Alam pada Bangunan

Berbicara tentang granit, granit yang dimaksud di sini adalah granit batu alam, bukan granit lantai homogeneous tile yang buatan pabrik. Prosesnya yang alami terbentuk di alam membuatnya unik pada setiap hal, seperti corak, warna dan motifnya. Karena karakternya ini, granit batu alam banyak diaplikasikan di berbagai area bangunan maupun produk dekoratif. Di bawah ini adalah contohnya. 


  • Lantai Granit: Lantai granit menjadi pilihan yang populer karena mampu memberikan kesan mewah sekaligus tahan terhadap penggunaan sehari-hari. Selain mudah dipadukan dengan berbagai gaya interior, permukaannya juga relatif mudah dibersihkan sehingga cocok digunakan di ruang tamu, ruang keluarga, maupun area komersial.

  • Countertop dan Kitchen Island: Granit banyak digunakan sebagai countertop maupun kitchen island untuk menunjang aktivitas dapur. Hal ini karena batu ini memiliki ketahanan yang baik terhadap panas dan goresan.

  • Bathroom Vanity: Selain di dapur, granit juga sering diaplikasikan pada bathroom vanity. Material ini mampu memberikan tampilan yang elegan sekaligus memiliki daya tahan yang baik terhadap penggunaan di area kamar mandi.

  • Dinding dan Feature Wall: Penggunaan granit pada dinding atau feature wall dapat menjadi focal point dalam sebuah ruangan. Motif alaminya mampu menghadirkan kesan eksklusif tanpa memerlukan banyak dekorasi tambahan.

  • Tangga Granit: karena ketahanannya untuk jangka panjang, granit juga bisa Anda manfaatkan sebagai material tangga hunian maupun area komersial dengan lalu lintas tinggi. 



Jadi, apakah Anda sudah pernah melihat atau menemukan berbagai batuan beku di atas? Proses pendinginan pada magma itulah yang membuat setiap batu memiliki karakternya dan kelebihannya masing-masing, salah satunya adalah granit yang dikenal cantik dan tahan lama. 


Jika Anda tertarik untuk menggunakan batu granit alam sebagai material di hunian Anda, bisa langsung mendapatkannya dari PT Intinusa Selareksa Tbk. Kami menyediakan berbagai pilihan granit batu alam dengan motif yang beragam untuk Anda gunakan sesuai kebutuhan. Hubungi kami sekarang untuk mengeratui harga batu granit per m2 atau sekedar melihat katalog kami. 

 
 
 

1 Comment


John Wick
John Wick
Jul 03

I enjoyed reading about igneous rocks and how the article explains their formation and different characteristics in a simple way. It reminded me of a geology assignment where I was struggling to organize my ideas, and I relied on assignment editing service to improve the structure before submitting it. The post shows how understanding the basics first makes complex topics much easier to learn. Nice post.


Like

Natural Stone

Natural Stone

Natural Stone

bottom of page