top of page

Apa Itu Skala Mohs: Definisi, Tabel, dan Tingkat Kekerasan pada Marmer dan Granit

  • Writer: Isyhari Maheswar
    Isyhari Maheswar
  • 1 day ago
  • 4 min read

Banyak orang sangat mengagumi keindahan berbagai jenis batuan mineral atau kristal alam di bumi. Batuan ini memiliki tampilan yang unik dengan warna dan motif yang sangat beragam sekali. Namun setiap jenis batu ternyata memiliki ketahanan fisik yang berbeda antara satu dengan lainnya.


Lebih lanjut, adanya perbedaan ketahanan ini dipengaruhi oleh komposisi mineral yang terkandung di dalam batuan tersebut sejak lama. Untuk membedakan tingkat kekuatan tersebut maka para ahli menggunakan standar pengukuran yang sangat khusus. Salah satu metode yang paling populer untuk digunakan hingga saat ini adalah Skala Mohs.


Dengan adanya skala mohs, Anda yang sedang menimbang-nimbang untuk menggunakan batu alam seperti marmer atau granit sebagai material di dalam hunian bisa memilih dengan tepat. Alasannya, setiap jenis skala mohs batuan akan menentukan apakah material tersebut cocok untuk lantai atau dinding. Melalui artikel ini, akan dikupas tuntas mengenai pengertian, tabel, hingga tips memilih batu alam berdasarkan kebutuhan.


Apa Itu Skala Mohs: Definisi, Tabel, dan Tingkat Kekerasan pada Marmer dan Granit

Ilustrasi batuan mineral | Image by freepik on Magnific


Apa yang Dimaksud dengan Skala Mohs?

Skala Mohs adalah sebuah metode standar untuk mengukur tingkat kekerasan suatu mineral secara fisik. Standar ini pertama kali diperkenalkan oleh seorang ahli mineral asal Jerman bernama Friedrich Mohs. Ia menciptakan sistem ini pada tahun 1812 saat sedang bekerja di negara Austria. Penemuan ini kemudian menjadi dasar penting dalam ilmu geologi untuk mengelompokkan berbagai jenis batuan di dunia.


Cara kerja skala mohs adalah dengan mengamati kemampuan satu mineral dalam menggores mineral lainnya. Mineral yang lebih keras pasti akan meninggalkan bekas goresan pada permukaan mineral yang lebih lunak. Berkat penemuannya, Friedrich Mohs menyusun daftar sepuluh mineral referensi dari yang paling lunak hingga yang paling keras. 


Menariknya, sistem ini sangat praktis karena tidak membutuhkan alat laboratorium yang sangat rumit untuk pengujiannya. Hingga saat ini para profesional masih menggunakan standar tersebut untuk menentukan kualitas batuan alam. Pengujian ini sangat membantu dalam menentukan tingkat ketahanan material terhadap kerusakan atau gesekan benda tajam.



Tabel Skala Mohs

Setelah mengetahui definisi dan tujuan adanya skala mohs, kini saatnya Anda mengetahui 10 angka skala pada sistem ini. Melalui tabel ini, Anda dapat melihat perbandingan tingkat kekerasan mulai dari mineral paling lunak hingga yang paling keras.


Angka Skala

Mineral

Benda/Keterangan

1

Talk

Sangat lunak, mudah tergores kuku

2

Gipsum

Bisa tergores oleh kuku manusia

3

Kalsit

Mineral Utama pembentuk Marmer

4

Fluorite

Dapat tergores oleh pisau dapur

5

Apatite

Masih bisa tergores oleh bilah kaca

6

Orthoclase (Feldspar)

Mineral Utama pembentuk Granit

7

Kuarsa (Quartz)

Komponen Keras penyusun Granit

8

Topas

Sangat keras dan sulit untuk tergores

9

Korundum

Material yang hanya bisa digores intan

10

Intan (Diamond)

Kristal mineral paling keras di bumi



Skala mohs | Ilustrasi batu kuarsa/quartz | Image by jorfer on Magnific

Ilustrasi batu kuarsa/quartz | Image by jorfer on Magnific


Hubungan Skala Mohs dengan Marmer dan Granit

Dari tabel skala kekerasan mohs di atas, kini Anda sudah memiliki bayangan akan tingkat kekerasan setiap batu alam, termasuk marmer dan granit. Dari perbedaan nilai inilah menjadi alasan utama mengapa marmer dan granit memiliki karakteristik yang unik saat digunakan sebagai material bangunan. 


Tingkat Kekerasan Marmer

Marmer umumnya memiliki nilai kekerasan yang berada pada kisaran angka tiga hingga empat dalam skala mineral. Hal ini disebabkan karena marmer sebagian besar terbentuk dari mineral kalsit yang memiliki sifat fisik cenderung lebih lunak. Meskipun tampilannya sangat mewah, permukaan marmer lebih rentan terhadap goresan benda tajam atau gesekan pasir. Oleh karena itu, batuan ini membutuhkan perlindungan ekstra berupa coating agar permukaannya tidak cepat kusam.


Tingkat Kekerasan Granit

Dilihat dari tabel di atas, granit memiliki tingkat ketahanan yang jauh lebih tinggi karena didominasi oleh mineral kuarsa dan feldspar. Komposisi mineral ini membuat granit menempati posisi angka enam hingga tujuh dalam daftar urutan kekerasan batuan alam. Struktur yang sangat padat dan keras membuat granit sangat tahan terhadap goresan pisau maupun suhu panas ekstrem. Ketangguhan alami inilah yang menjadikan granit sebagai pilihan favorit untuk area yang memiliki aktivitas penggunaan sangat tinggi.



Mengapa Tingkat Kekerasan Penting?

Dengan memilih batu yang memiliki daya tahan tepat, Anda dapat menghindari kerusakan permanen akibat aktivitas harian yang cukup berat. Hal ini tentu saja akan sangat menghemat biaya perawatan bangunan Anda nantinya. Untuk itu, inilah beberapa alasan mengapa mengetahui tingkat kekerasan batu itu penting.


  • Daya Tahan: Membantu Anda dalam meminimalkan risiko munculnya goresan permanen pada permukaan batu alam akibat benda tajam.

  • Perawatan: Menentukan jenis pembersih atau metode perawatan yang paling sesuai agar lapisan pelindung batu tidak mudah mengalami kerusakan.

  • Estetika: Menjaga agar kilau alami dari batuan mewah Anda tetap bertahan lebih lama meskipun sering digunakan untuk berbagai aktivitas.

  • Fungsi: Memudahkan proses pemilihan material yang paling cocok berdasarkan beban kerja atau frekuensi lalu lalang orang di dalam ruangan.


Tips Memilih Batu Alam Berdasarkan Kebutuhan

Dari penjelasan di atas, lantas, manakan yang cocok untuk material di hunian Anda? Marmer atau granit? Hal yang perlu Anda perhatikan tentunya dari fungsinya terlebih dahulu. Jika Anda ingin batu alam yang lebih awet, pilihlah granit. Namun, jika Anda lebih mengutamakan visual, marmer bisa menjadi opsinya. Berikut beberapa tips yang bisa Anda ikuti.


  • Gunakan Granit untuk Area Dapur: Pilihlah material dengan tingkat kekerasan tinggi seperti granit untuk top table agar tahan terhadap goresan pisau dan suhu panas.

  • Pilih Marmer untuk Area Dinding: Gunakan marmer pada dinding aksen atau area dengan aktivitas rendah untuk menonjolkan kesan mewah tanpa risiko kerusakan fisik yang besar.

  • Perhatikan Lokasi Lantai: Pastikan Anda menggunakan batuan yang lebih tangguh untuk area pintu masuk atau koridor utama yang sering dilewati oleh orang banyak.

  • Sesuaikan dengan Anggaran Perawatan: Ingatlah bahwa batu yang lebih lunak seperti marmer akan membutuhkan polesan berkala lebih sering dibandingkan dengan batu yang keras.



Itulah informasi mengenai pengertian skala mohs, tabel, dan hubungannya dengan granit maupun marmer. Skala ini memberikan panduan untuk Anda yang ingin memilih salah satu jenis batu alam sebagai material di hunian Anda. Batu dengan kekerasan yang tepat dapat menciptakan hunian yang tidak hanya terlihat mewah tetapi juga sangat kokoh dalam jangka panjang.


Jika Anda sedang mencari material terbaik, PT Intinusa Selareksa Tbk menyediakan berbagai koleksi batu marmer dan granit alam berkualitas untuk kebutuhan rumah Anda. Segera hubungi kami untuk mendapatkan informasi detail mengenai harga batu granit per m2 dan harga marmer import Italy untuk dihadirkan pada hunian impian Anda.

 
 
 

Comments


Natural Stone

Natural Stone

Natural Stone

bottom of page