Biophilic Design dan Batu Alam: Cara Menghadirkan Nuansa Alami ke Interior
- Isyhari M

- 9 hours ago
- 5 min read
Pemilihan gaya interior suatu rumah akan mempengaruhi suasana di dalamnya. Lebih lanjut, elemen-elemen pembangunnya bukan sekedar pada warna dan pemilihan furnitur saja. Hal lain seperti pencahayaan, sirkulasi udara, material, hingga apapun yang berada di area luar ikut mempengaruhi mood di dalam ruangan.
Karena hal ini, banyak konsep design yang mulai memperhatikan hubungan antara manusia dengan lingkungan. Salah satunya adalah biophilic design. Konsep ini menitikberatkan pada unsur alam yang dihadirkan ke dalam ruangan. Caranya dengan menerapkannya melalui tanaman, cahaya alami hingga tekstur pada material seperti batu alam.
Untuk dapat memahaminya lebih lanjut, Anda bisa simak langsung pembahasan apa itu biophilic design. Bagi yang tertarik, Anda juga bisa menerapkannya dengan tips yang ada pada artikel ini.

Ilustrasi rumah dengan konsep biophilic design | Image by Interiorart on Magnific
Apa Itu Biophilic Design
Biophilic design adalah pendekatan desain yang menghadirkan hubungan antara manusia dan alam ke dalam ruang. Konsep ini berangkat dari gagasan bahwa manusia memiliki kebutuhan untuk tetap terhubung dengan lingkungan alami.
Lebih lanjut, biophilic adalah istilah yang merujuk pada sesuatu yang memiliki keterkaitan atau kecenderungan terhadap kehidupan dan alam. Dalam konteks desain, istilah ini menggambarkan pendekatan yang berusaha membawa hubungan tersebut ke dalam ruang yang digunakan manusia.
Dalam interior, hubungan tersebut tidak hanya dilihat dari tampilan ruangan. Cara ruang memberikan pengalaman yang terasa dekat dengan alam juga menjadi bagian penting. Karena itu, konsep ini tidak hanya berkaitan dengan dekorasi. Gaya ini juga memperhatikan bagaimana sebuah ruang dapat membangun suasana yang lebih dekat dengan lingkungan alami. Penerapannya tidak harus membuat rumah terlihat seperti taman. Ada berbagai elemen desain yang dapat membantu menghadirkan konsep ini.
Ciri Ciri Biophilic Design
Desain biophilic dapat dikenali dari beberapa elemen yang membuat ruang terasa lebih dekat dengan alam. Seperti yang telah disebutkan di atas, elemen-elemen tersebut dapat hadir melalui tanaman, cahaya, warna, material hingga hubungan dengan lingkungan luar. Berikut ini adalah ciri-ciri biophilic house.

Ilustrasi tanaman hias untuk hunian | Image by magnific on Magnific
Menghadirkan Tanaman dan Vegetasi
Tanaman menjadi salah satu cara sederhana untuk membawa unsur alam ke dalam rumah. Selain mempercantik ruangan, kehadiran tanaman juga dapat membuat suasana terasa lebih segar dan hidup. Untuk melengkapinya, Anda bisa menggunakan tanaman dalam pot, tanaman gantung, atau vertical garden. Jangan lupa untuk memilih tanaman yang bisa dirawat dengan mudah dengan kelembapan ruangan Anda.

Ilustrasi penggunaan cahaya alami | Image by dimaberlin on Magnific
Memaksimalkan Cahaya Alami
Salah satu cara untuk menghadirkan cahaya alami adalah dengan memanfaatkan cahaya matahari. Karena itu, bukaan menjadi bagian penting dalam penerapan gaya desain ini. Jendela besar, skylight, dan clerestory windows dapat membantu memasukkan cahaya alami ke dalam ruangan. Bukaan juga dapat diarahkan untuk memberikan pemandangan ke taman atau area hijau.
Menggunakan Warna yang Terinspirasi dari Alam
Warna dapat memengaruhi suasana sebuah ruangan. Nuansa yang terinspirasi dari alam dapat membuat interior terasa lebih tenang, hangat, dan nyaman. Anda bisa menggunakan warna earth tone untuk melengkapi konsep biophilic design. Warna-warna tersebut antara lain hijau seperti dedaunan, cokelat seperti tanah dan kayu, beige seperti pasir, terracotta dengan nuansa tanah, hingga abu-abu seperti batu alam.
Memilih Material dengan Karakter Natural
Material dengan warna, pola, dan tekstur alami dapat memperkuat hubungan visual dengan alam. Permukaannya juga dapat memberikan karakter yang lebih hangat dan organik pada interior. Kayu, bambu, rotan, dan batu alam dapat menjadi pilihan. Jenis material dapat disesuaikan dengan gaya interior dan fungsi ruang.

Ilustrasi rumah biophilic design yang terhubung dengan alam terbuka | Image by Natalia Richards on Pinterest
Menghubungkan Ruang dengan Alam Terbuka
Hubungan dengan alam tidak selalu harus melalui tanaman di dalam ruangan. Pandangan menuju taman, halaman, atau area hijau juga dapat menjadi bagian dari desain biophilic. Jendela besar dan pintu kaca dapat membantu menciptakan hubungan visual tersebut. Teras dan balkon juga dapat menjadi area transisi yang menghubungkan ruang dalam dengan lingkungan luar.
Menghadirkan Tekstur dan Bentuk Organik
Ciri-ciri biophilic design yang terakhir yaitu penggunaan tekstur dan bentuk organik. Karakter ini dapat diterapkan melalui furnitur, dekorasi, maupun permukaan dengan pola yang lebih natural. Bentuk melengkung, pola tidak beraturan, dan tekstur kasar dapat membuat interior terasa lebih lembut. Padukan elemen tersebut secara seimbang agar ruangan tetap terlihat rapi.
Material Batu Alam sebagai Elemen dalam Desain Biophilic
Jika Anda merasa furnitur atau dekorasi interior masih terasa kurang alami, mungkin Anda bisa mempertimbangkan menggunakan material batu alam. Anda bisa mengubah slab batu dari yang hanya lembaran, menjadi material untuk lantai, countertop dapur, dan masih banyak lagi. Lebih lanjut, pemilihan batu sebaiknya disesuaikan dengan suasana yang ingin dibangun.

Ilustrasi contoh penggunaan marmer white carrara pada lantai rumah dengan konsep biophilic | Image generated by Gemini AI
Marmer
Urat dan variasi warna pada marmer membuatnya cocok untuk menghadirkan pola alami ke dalam interior. Untuk suasana yang lebih tenang, Anda dapat mempertimbangkan warna marmer dengan dasar putih, beige, atau abu-abu. Beberapa pilihan seperti White Carrara, Nusa Beige, Serpegiante Grey, dan Snow White dapat menjadi inspirasi. Marmer juga dapat digunakan pada dinding, lantai, countertop, atau vanity.
Granit
Sama seperti marmer, granit batu alam menawarkan pilihan warna dan pola yang beragam dengan karakter permukaan yang kuat. Material ini dapat menjadi pilihan untuk area yang membutuhkan permukaan tahan lama sekaligus tetap memiliki tampilan natural.
Warna seperti putih, abu-abu, cokelat, dan hitam dapat disesuaikan dengan konsep ruang. Beberapa pilihan yang dapat dipertimbangkan antara lain American White, Imperial Grey, Tan Brown, dan Star White.
Travertine
Pilihan batu alam lainnya yaitu batu travertine. Salah satu ciri khas batu alam yang satu ini adalah warnanya yang earthy dan hangat. Warna ini tentunya akan semakin serasi jika Anda meletakkan warna hijau yang bisa dihadirkan melalui tanaman hias. Pilihan seperti Travertine Creme, Travertine Light, dan Travertine Walnut dapat digunakan pada lantai, dinding, vanity, atau elemen dekoratif. Jika Anda ingin menghadirkan nuansa cool tone, Anda bisa memilih Travertine Silver.
Onyx
Terakhir, batu alam yang bisa Anda andalkan adalah batu onyx. Batu ini terkenal karena mampu menciptakan efek visual yang menarik. Dalam interior, material ini dapat digunakan sebagai feature wall, panel dekoratif, countertop, atau elemen lainnya. Pilih pola dan warna yang tetap selaras dengan elemen alami di sekitarnya.
Tips Menerapkan Biophilic Design di Rumah
Memahami pengertiannya sudah, mempelajari ciri-cirinya juga sudah. Sekarang saatnya Anda menerapkannya di hunian Anda. menariknya, Anda tidak perlu mengubah seluruh interior jika Anda memulainya tidak dari awal mendirikan bangunan. Anda bisa menyesuaikan interior Anda saat ini dengan mudah untuk bisa mendapatkan biophilic design di rumah Anda.
Mulai dari kondisi ruang yang sudah ada: Perhatikan ukuran ruangan, arah datangnya cahaya, bukaan, dan area yang terhubung dengan luar. Dari sini, tentukan elemen alami yang paling memungkinkan untuk ditambahkan.
Tentukan suasana yang ingin dibangun: Apakah Anda ingin ruangan terasa hangat, segar, tenang, atau lebih terbuka? Jawaban ini dapat membantu menentukan warna, material, dan elemen alami yang digunakan.
Pilih material berdasarkan fungsi ruang: Jangan hanya memilih material karena tampilannya menarik. Pertimbangkan juga area penggunaannya. Countertop, lantai, dinding, dan vanity memiliki kebutuhan yang berbeda.
Gunakan satu elemen sebagai focal point: Tidak semua bagian ruangan harus dibuat menonjol. Pilih satu elemen sebagai pusat perhatian, seperti dinding batu alam, meja dengan permukaan natural, atau tanaman berukuran besar.
Padukan beberapa material secara seimbang: Material alami dapat terlihat lebih menarik ketika dipadukan. Kayu dengan batu alam, misalnya, dapat menciptakan kombinasi tekstur yang hangat tanpa membuat ruangan terasa berlebihan.
Jaga agar ruangan tetap nyaman digunakan: Konsep biophilic bukan hanya soal tampilan. Pastikan pilihan elemen tidak mengganggu sirkulasi, aktivitas, atau perawatan sehari-hari.
Jadi, itulah pengertian biophilic design serta ciri-cirinya. Konsep ini mungkin akan cocok dengan Anda yang senang dengan kehadiran nuansa alam di dalam ruangan. Untuk menghadirkannya pun sangat mudah. Anda bisa memanfaatkan tanaman, cahaya alami, permainan warna earth tone, hingga material bangunan maupun dekorasi.
Batu alam juga dapat menjadi bagian dari konsep tersebut. Jika Anda membutuhkan material dengan karakter alami sekaligus daya tahan yang baik, granit dapat menjadi salah satu pilihan. Dapatkan batu granit alam berkualitas terbaik hanya dari PT Intinusa Selareksa Tbk. Kami memiliki banyak pilihan motif dan warna yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Hubungi tim kami sekarang untuk mengetahui informasi seputar harga batu granit per m2 terkini dari kami atau ingin berkonsultasi lebih lanjut untuk proyek Anda.




Comments