top of page

5 Tempat Ibadah Populer yang Menggunakan Marmer di Interiornya

Marmer seringkali kita jumpai di rumah-rumah ibadah dan gedung bersejarah, terutama marmer putih. Warna dasar yang cerah pada marmer putih kerap dipilih karena melambangkan kemurnian, keterbukaan, dan keutuhan. Menggunakan marmer putih pada bangunan-bangunan ini juga memberikan sentuhan mewah yang tak mudah lekang oleh waktu.


Batu marmer di tempat ibadah dapat diapikasikan pada lantai, dinding, kolom penyangga, kubah, bahkan pada lukisan atau kaligrafi. Proses metamorfosa marmer membuat batu alam ini menjadi lebih padat dan keras. Kepadatan yang tinggi inilah yang menjadi alasan mengapa batu marmer lebih cepat menyerap panas dan mendinginkan ruangan daripada bahan lainnya.


Penasaran dengan tempat-tempat ibadah tersebut? Simak lima tempat ibadah populer yang menggunakan marmer di bawah ini.


Umat Haji yang mengelilingi Masjidil Haram
Ömer F. Arslan / Unsplash

Masjidil Haram, Mekkah

Sebagai pusat peziarahan umat Muslim terbesar di dunia, Masjidil Haram di Mekkah menyambut jutaan umat dan relawan setiap tahunnya. Kemewahan dan rasa sejuk yang ditawarkan masjid ini berasal dari lantai marmer putih yang menjadi tempat umat Muslim berpijak. Lantai marmer putih pertama kali dipasang pada tahun 1955 hingga 1973, dalam upaya ekspansi pertama masjid ini di Saudi Arabia. Marmer Thassos yang digunakan masjid ini dikenal memiliki pori-pori yang kecil sehingga dapat menyerap kelembapan dengan lebih efektif pada malam hari, yang kemudian menguap dan mendinginkan marmer pada siang hari. Selain lantai, masjid ini juga diketahui memiliki lebih dari 500 kolom dalam interiornya.


Gambaran closeup Katedral Santa Maria del Fiore Italia
Kai Pilger / Unsplash

Katedral Santa Maria del Fiore, Italia

Katedral Santa Maria del Fiore yang terletak di Florence, Italia merupakan salah satu basilika terbesar di dunia. Katedral ini memiliki lantai, dinding, dan kolom yang terbuat dari marmer berwarna putih, merah, dan hijau. Penggunaan marmer pada bangunan ini dimulai pada tahun 1876, setelah Emilio De Fabris memenangkan sayembara pemugaran gedung gereja. Selain digunakan sebagai bahan fondasi, marmer juga digunakan sebagai dekorasi yang dapat ditemukan pada motif geometris lantai dan dinding, ukiran bunga, serta patung-patung yang berada di dalam dan luar gereja.


Kuil Marmer di Bangkok, Thailand
Sumeet Singh / Unsplash

Wat Benchamabophit Dusitvanaram, Thailand

Wat Benchamabophit pertama didirikan pada tahun 1899 oleh Pangeran Narisara Nuvadtivongs yang kala itu terinspirasi oleh arsitektur Eropa dan Tiongkok. Tempat yang disebut sebagai Kuil Marmer ini merupakan salah satu dari enam kuil kerajaan Thailand dan menggunakan marmer putih pada kolom penyangga, halaman, dan dua patung singa yang menjaga pintu masuknya. Untuk memperkaya kesan mewah dan elegan pada kuil ini, interiornya juga dilengkapi dengan lapisan emas dan lukisan stupa dari seluruh penjuru negeri.


Kerumunan umat Sikh yang mengantri masuk ke Golden Temple, India
Laurentiu Morariu / Unsplash

Golden Temple Amritsar, India

Harmandir Sahib atau Golden Temple of Amritsar **merupakan situs ibadah Sikh terbesar di India yang dikenal dengan bangunan berlapis emas yang berdiri di tengah kolam yang besar. Situs ini pertama kali didirikan pada tahun 1500-an oleh Guru Ramdas Sahib, salah satu guru besar agama Sikh. Kompleks kuil yang megah ini diketahui menggunakan marmer putih sebagai bahan dasar bangunannya, yang dapat dengan mudah ditemukan pada dinding, kolom penyangga, dan lantai pada beberapa bangunannya.


Pemandangan kuil Hindu BAPS Swaminarayan Akshardham
Foto: Website Resmi Swaminarayan Akshardham

BAPS Swaminarayan Akshardham, Amerika Serikat

Berbeda dengan empat tempat ibadah sebelumnya, kuil Hindu BAPS Swaminarayan Akshardham masih terbilang baru. Setelah diresmikan pada bulan Oktober 2023, kuil ini menjadi tempat beribadah umat Hindu terbesar kedua di dunia yang terletak di luar India. Kuil ini menggunakan marmer, granit, dan batu gamping untuk membentuk dinding, lantai, serta ornamen yang terdapat pada kuil ini.

Itulah lima tempat ibadah populer yang menggunakan marmer sebagai bahan utama bangunannya. Masih banyak bangunan bersejarah dan tempat ibadah yang memilih untuk menggunakan marmer sebagai bahan interiornya. Hal ini menunjukkan kualitas marmer yang tahan lama dan tak bernilai karena keindahannya. Bahan yang mewah ini juga kerap digunakan karena identik dengan simbol kekuasaan yang megah dan terbukti dari banyaknya bangunan dari marmer yang masih berdiri hingga hari ini.


Jika Anda tertarik untuk menggunakan marmer sebagai bahan interior maupun eksterior bangunan Anda, segera hubungi PT Intinusa Selareksa Tbk (www.intinusa.com) dan temukan marmer ideal Anda.

Comments


bottom of page