top of page

Perbedaan Granit dan Keramik: Material Alami vs Produk Buatan

  • Writer: Isyhari Maheswar
    Isyhari Maheswar
  • Feb 10
  • 4 min read

Memilih material penutup lantai sering kali menjadi dilema bagi banyak pemilik rumah yang sedang merenovasi hunian. Pilihan biasanya jatuh pada dua jenis material populer yaitu granit alam dan keramik biasa. Meskipun keduanya sekilas memiliki fungsi yang sama, namun karakteristik keduanya sangat berbeda jauh.


Banyak orang yang masih sering tertukar antara granit alam dengan keramik atau bahkan homogenous tile. Padahal granit alam adalah batu asli yang diambil langsung dari alam melalui proses penambangan yang rumit. Sementara itu keramik merupakan produk buatan manusia yang terbuat dari campuran tanah liat dan bahan kimia lainnya.


Dalam artikel ini kita akan membahas perbedaan granit dan keramik. Semuanya akan dibahas dari segi asal usul, proses pembentukan, tampilan visual, hingga daya tahan yang ditawarkan dari masing-masing material. Langsung saja simak informasinya di bawah ini. 


Perbedaan Granit dan Keramik: Material Alami vs Produk Buatan

Ilustrasi penggunaan keramik pada lantai | Photo by Steven Ungermann on Unsplash 


Asal-Usul dan Proses Pembentukan

Batu granit adalah batu alam murni yang terbentuk dari pembekuan magma di dalam kerak bumi selama jutaan tahun. Proses geologi yang sangat lama ini menciptakan struktur batu yang sangat padat dan keras secara alami. Karena diambil langsung dari alam melalui proses penambangan, granit memiliki karakter yang sangat otentik tanpa campuran bahan buatan.


Penting untuk membedakan granit alam dengan produk pabrikan seperti keramik atau homogenous tile. Banyak pembeli yang datang ke toko bangunan melihat label "Granite Tile" dan mengira mereka membeli batu alam asli yang mewah, padahal itu adalah produk pabrikan atau keramik berkualitas tinggi. Material tersebut dicetak dan dibakar pada suhu tinggi untuk meniru kekuatan batu asli.


Proses produksi massal di pabrik memungkinkan keramik dan homogenous tile memiliki spesifikasi yang selalu seragam. Sebaliknya, setiap slab granit alam yang dipotong dari bongkahan besar akan selalu memiliki ciri khas yang berbeda.


Tampilan Visual

Lantas, apa perbedaan granit dan keramik selanjutnya jika sama-sama berfungsi sebagai material bahan bangunan seperti lantai atau dinding? Kedua material ini akan terlihat signifikan saat sudah terpasang secara utuh baik di dinding atau lantai. Untuk Anda yang sangat memperhatikan kemewahan atau desain, tentunya sangat mempertimbangkan tampilan visual yang dimiliki oleh kedua material ini. 


Karakter Corak Alami

Daya tarik utama dari granit alam terletak pada guratan atau vein yang terbentuk secara acak dan sangat unik. Karena prosesnya terjadi secara alami di perut bumi, tidak ada satu pun lembaran granit yang memiliki pola identik dengan lembaran lainnya. Hal ini memberikan nilai eksklusivitas tinggi karena lantai rumah Anda akan memiliki karya seni orisinal dari alam yang tidak mungkin disamai oleh rumah milik orang lain.


Keseragaman Motif Pabrikan

Berbeda dengan batu alam, keramik atau produk pabrikan lainnya memiliki motif yang dibuat menggunakan teknologi cetak digital. Meskipun saat ini sudah banyak motif yang meniru marmer atau granit, polanya akan cenderung berulang setelah beberapa kepingan terpasang. Keseragaman ini memang memberikan kesan yang lebih rapi dan teratur.



Perbedaan Granit dan Keramik: Material Alami vs Produk Buatan

Ilustrasi keramik | Photo by Vladislav Glukhotko on Unsplash


Perbedaan Ukuran: Slab vs Presisi Kotak

Salah satu perbedaan granit dan keramik yang paling bisa dibedakan adalah dari ukurannya. Keramik atau homogenous tile diproduksi secara massal dengan ukuran yang sangat presisi dan standar, seperti 40 cm x40 cm, 60 cm x 60 cm atau 80 cm x 80 cm. 


Adanya ukuran eksak ini memang memudahkan perhitungan kebutuhan material secara matematis. Namun, keterbatasan ukuran ini menyebabkan banyaknya sambungan atau nat yang terlihat jelas pada permukaan lantai ruangan Anda.


Sebaliknya, granit alam umumnya tersedia dalam bentuk lembaran raksasa yang dikenal dengan istilah slab. Ukuran satu slab bisa berbeda-beda tergantung pada ukuran bongkahan batu yang berhasil ditambang. Karena ukurannya yang besar, Anda bisa memasang material ini dengan sangat minim sambungan pada area yang luas.


Karena perbedaan ukuran ini, baik granit maupun keramik memiliki sistem penjualan yang berbeda. Untuk granit, penjualan sering dihitung berdasarkan luas total per lembar slab atau per m2, bukan per dus. Hal ini memberikan fleksibilitas bagi para arsitek untuk memotong batu sesuai dengan kebutuhan desain. Ukuran inilah yang tidak akan Anda dapatkan jika menggunakan material keramik standar.


Tingkat Kekuatan dan Daya Tahan

Sebagai batu alam, granit dikenal sebagai salah satu material bangunan yang paling keras. Kepadatan strukturnya membuat batu ini sangat tahan terhadap benturan keras maupun beban furnitur yang sangat berat. Tidak seperti keramik yang mudah retak atau pecah jika terkena jatuh benda tumpul, batu granit tetap kokoh. 


Selain kekuatannya yang luar biasa, granit juga memiliki ketahanan yang sangat baik terhadap goresan benda tajam. Permukaannya yang padat membuat material ini tidak mudah aus meskipun digunakan selama puluhan tahun di rumah Anda. Sementara itu, lapisan glazur pada keramik cenderung bisa memudar atau tergores seiring berjalannya waktu penggunaan.


Sifat alami batu ini juga membuatnya lebih tahan terhadap suhu panas yang ekstrem di dalam ruangan. Anda bisa meletakkan panci panas langsung di atas meja granit tanpa perlu khawatir permukaannya akan rusak. Keramik biasa umumnya tidak dirancang untuk menahan perubahan suhu yang drastis seperti yang bisa dilakukan granit.


Perbandingan Harga dan Nilai Investasi

Perbedaan granit dengan keramik selanjutnya adalh dari segi harga. Harga granit alam memang lebih tinggi dibandingkan keramik karena biaya tambang dan kelangkaan motifnya yang sangat unik. Namun, anggaran yang Anda keluarkan sebanding dengan peningkatan nilai properti yang signifikan di masa depan. Berbeda dengan keramik yang dihitung per dus, granit umumnya dijual per m2 atau per lembar slab besar. 


Selain harga material, keunikan granit juga terletak pada pilihan profil atau finishing seperti bevel pada bagian tepinya. Teknik bevel granit ini memberikan sentuhan kemiringan yang halus sehingga furnitur atau anak tangga Anda terlihat lebih elegan dan aman. Detail finishing seperti ini sulit ditemukan pada keramik standar yang hanya berbentuk kotak presisi biasa.



Itulah sedikit informasi mengenai perbedaan granit dan keramik. Pada akhirnya, pilihan Anda tergantung pada selera Anda. Apakah Anda ingin sesuatu yang unik dan tahan lama atau hanya benar-benar membutuhkan fungsinya saja. 


Jika Anda memilih batu granit untuk material hunian, percayakan pilihan Anda pada PT Intinusa Selareksa Tbk. Kami memiliki berbagai pilihan motif dan juga finishing bevel yang beragam untuk segala keperluan Anda. Hubungi kami untuk dapatkan harga granit per meter terkini atau sekedar ingin melihat katalog motif batu granit kami.

 
 
 

Comments


Promo

Natural Stone

Promo

Natural Stone

Promo

Natural Stone

bottom of page